Boleh saja Anda tertawa membaca judul tulisan ini. Tapi jika Anda benar-benar tahu manfaat yang luar biasa dari buah ini, maka Anda pasti akan jatuh cinta pada buah ajaib ini. Betapa tidak? Buah yang tumbuh dimana saja di daerah tropis ini tidak hanya murah, tapi meriahnya juga. Selain memberikan kontribusi gizi lebih tinggi daripada apel, pisang juga dapat menyediakan cadangan energi dengan cepat bila dibutuhkan karena pencernaannya lebih singkat dibanding sumber lain seperti nasi, roti dan sebagainya. Dibanding buah-buahan lain, pisang menyediakan energi yang tinggi. Nilai energi pisang sekitar 136 kalori untuk setiap 100 gram, dua kali lipat lebih tinggi daripada apel. Apel dengan berat sama (100 gram) hanya mengandung 54 kalori.
Namun, kandungan protein dan lemak pisang ternyata agak rendah, yaitu hanya 2,3 persen dan 0,13 persen. Meski demikian, kandungan lemak dan protein pisang masih lebih tinggi dari apel, yang hanya 0,3 persen. Karena itu, kabar yang mengatakan bahwa pisang dapat membuat gemuk hanyalah mitos belaka.
Bila dibandingkan dengan jenis makanan nabati lain, mineral pisang, khususnya besi, hampir seluruhnya dapat diserap tubuh. Kadar besi pisang mencapai 2 miligram per 100 gram dan seng 0,8 mg. Bandingkan dengan apel, yang hanya mengandung 0,2 mg besi dan 0,1 mg seng untuk berat 100 gram.
Kandungan vitaminnya sangat tinggi, terutama provitamin A, yaitu betakaroten, sebesar 45 mg per 100 gram berat kering, sedangkan pada apel hanya 15 mg. Pisang juga mengandung vitamin B, yaitu tiamin, riboflavin, niasin, dan vitamin B6 (piridoxin).
Kandungan vitamin B6 pisang cukup tinggi, yaitu sebesar 0,5 mg per 100 gram. Selain berfungsi sebagai koenzim untuk beberapa reaksi dalam metabolisme, vitamin B6 berperan dalam sintetis dan metabolisme protein, khususnya serotonin. Serotonin diyakini berperan aktif sebagai neurotransmitter dalam kelancaran fungsi otak. Selain itu vitamin B6 juga berperan dalam metabolisme energi yang berasal dari karbohidrat.
Pisang juga sangat untuk dikonsumsi para wanita hamil karena mengandung asam folat yang mudah diserap janin melalui rahim.
Selain itu manfaat buah pisang lainnya secara tradisional dapat digunakan sebagai pengobatan radang usus, luka bakar, ataupun untuk mengatasi jerawat di muka. Malahan akhir-akhir ini pisang mulai dilirik seagai salah satu buah aprodisiak, yaitu buah yang dipercaya dapat meningkatkan gairah seks! Bagaimana? Anda pun jatuh cinta pada buah pisang? Read More......
Pak Budi, 40 tahun, menikmati santapan sate kambing Pak Kumis langganannya. Ia tampak sangat menikmati menu favoritnya itu. Namun, istrinya malah tampak was-was. “Pak, sudah, daging kambing panas kan, pak! Nanti darah tinggi lho! Awas kolesterol juga, lho!” Namun peringatan istrinya dijawab enteng, “Siapa bilang? Daging kambing sama aja kok kayak daging sapi.”
Mungkin banyak yang tidak sependapat dengan Pak budi tadi. Mitos yang popular di masyarakat menyebabkan sejumlah orang was-was saat menikmati daging kambing. Padahal sebenarnya mitos itu tidak terlalu benar.
Memang benar daging kambing memiliki kandungan lemak jenuh yang lumayan tinggi. Namun kandungan lemak tak jenuhnya tidak lebih tinggi dibanding daging bewarna merah lain seperti daging sapi atau daging babi.
Sebagai perbandingan, berikutkomposisi lemak dan kolesterol beberapa daging per 100 gram.
Bahan makanan
Lemak total
Lemak jenuh
Lemak tdk jenuh
Kolesterol
Daging sapi
14.0
5.1
0.5
70
Daging kambing
9.2
3.6
0.6
70
Daging babi
35.0
11.3
3.7
70
Daging ayam
25.0
0.9
2.9
60
Ikan
4.5
1.0
0.7
70
Telur
11.5
3.7
0.8
550
Lemak total daging kambing tampak dengan sangat jelas lebih rendah dibandingkan daging ayam, sapi dan babi. Selain itu kandungan kolesterolnya pun kurang lebih sama dengan yang lain. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa daging kambing tidak lebih buruk dibanding daging-daging lainnya.
Ketakutan yang belebihan seperti ang dialami istri Pak Budi tadi tidaklah perlu. Mati sehabis makan sate kambing pun tidak erbukti secara medis. Jadi kabar itu mitos belaka. Hal ini boleh melegakan para penggemar daging kambing.
Daging kabing memiliki nilai SDA (specific dynamic action) yang lumayan tinggi, jadi bagi mereka yang sedang menjalankan ‘tiger diet’ tentu hal ini menggembirakan pula. Artinya, walaupun daging kambing memiliki kalori yang tinggi, namun untuk mencernakannya, diperlukan kalori yang tinggi pula, jadi bisa dikatakan lumayan seimbang.
Apa yang dimaksud dengan daging kabing itu panas oleh masyarakat sebenarnya mungkin hanya kepercayaan masyarakat saja. Yang pasti bumbu-bumbu yang dipakailah yang membuat ‘panas’ bukan kandungan lemak dan kolesterolnya.
Walaupun demikian, apa bila dikonsumsi berlebihan, tetap saja tidak baik. Walaupun kadar asam lemak jenuh dan kolesteronya kurang lebih sama dengan daging-daging lainnya, namun kalau dikonsumsi berlebihan, tetap saja akan mempertinggi resiko terkena berbagai penyakit kardiovaskular, seperti hipertensi, hiperkolesterolemia. Apa lagi, dalam setusuk sate kambing, untuk menambah kelezatannya, juga terdapat lemak (gajih). Pada sop kambing, selain daging dan lemaknya, juga dimasukan jeroan seperti usus, babat yang notabene adalah sumber kolesterol. Nah, hal inilah yang perlu diperhatikan.
Sejatinya, daging kambing tidak perlu dipantang, malah tergolong sehat dan sejajar dengan daging sapi ataupun daging-daging lainnya. Namun, seperti makanan-makanan lainnya, perhatikan saja jumlahnya.
Mitos lain yang beredar khusunya dikalangan kaum pria mengtakan daging kambing bisa meningkatkan libido pria. Apalagi sate kambing yang disantap dengan ‘torpedo’nya serta ditemani segelas bir. Wah, istri-istri akan sibuk ‘melayani’ suaminya pada malam harinya setelah suami-suami mereka menyantap menu khas Madura ini.
Namun, lagi-lagi kebenaran mitos ini tidak dapat dibuktikan secara medis. Pasalnya libido seseorang, terutama kaum Adam, selain dipengaruhi keadaan psikologinya juga dipengaruhi oleh kadar hormon testoteronnya. Memang ada beberapa penilitian yang membuktikan bahwa terdapat senyawa yang mirip dengan hormon seks pria dalam daging kambing. Namun apakah itu yang menyebabkan peningkatan libido kaum pria setelah menkonsumsinya masih belum ada penjelasan yang memuaskan. Sedangkan ‘torpedo’ kambing memang gudang hormon seks penjantan mungkin saja ada benarnya dapat meingkatkan libido pria. Kendati demikian, hal ini masih membutuhkan pembuktian lebih lanjut.
Yang pasti, daging kambing yang tinggi nilai kalorinya itu, apalagi ditambah asupan kalori dari bir atau minuman beralkohol lainnya, akan menambah semangat pria. Ditambah lagi dengan adanya kepercayan seperti itu. Maka, yang bertambah bukan libidonya, melainkan, sensasi sensualnya akibat sugesti tadi. Jadi, karena sensasi itulah, seseorang menjadi tambah bergairah.
Namun jangan terbawa senang dulu. Pasalnya, jika Anda tidak berhati-hati dan sering melahap daging kambing, apalagi’torpedo’nya, sambil ditemani minuman beralkohol berlebihan, alih-alih meningkatnya gairah birahi Anda, salah-salah pembuluh darah menuju ‘torpedo’ Anda sendiri malah tersumbat.
Maka ditegaskan sekali lagi, jangan mentang-mentang gurihnya daging kambing ditambah kabar bahwa kandungan lemak dan kolesterol daging kambing sama saja seperti daging lainnya, Anda malah terus-terusan mengunjungi warung sate Pak Kumis saban malam demi ‘sensasi panas’ seperti Pak Budi tadi. Salah-salah, bukan gairah meningkat, yang ada malah urusan ranjang menjadi berantakan. Ditambah lagi resiko terserang penyakit-penyakit kardiovaskuler yang seram-seram tadi, tidak mau, kan?