Subscribe

Powered By

Free XML Skins for Blogger

Powered by Blogger

Jumat, 02 Januari 2009

Antara bau badan, Deodoran dan kanker payudara


Siapa sih yang tahan dekat-dekat dengan si Rini? Walaupun sebenarnya otaknya encer dan prestasinya cemerlang, tapi karena urusan aib ini, ia agak sulit membangun relasi dengan rekan-rekan bisnis barunya. Padahal orang-orang disekitarnya sudah cuap-cuap
soal bau badannya dan menyarankannya untuk memakai deodoran. Tapi ia berkelit, dengar-dengar pakai deodoran bisa kena kanker payudara, oleh karena itu ia berteguh pada pendiriannya bahwa “natural is the best” dan membuat teman-temannya tak bisa berbuat apa-apa lagi dan harus rela memakai masker oksigen bila berada di dekatnya, terlebih lagi saat cuaca gerah setengah mati atau AC rusak.

Sebetulnya pendirian Rini tidak berdasar. Masalah deodoran bisa menyebabkan kanker payudara masih menjadi perdepatan seru di antara para ahli. Mari kita tengok sedikit mengenai bau badan dan deodoran.

Normalnya, ketiak mengeluarkan sekitar 400-500 mg keringat dalam 20 menit, pada suhu 35 derajat celcius. Nah kalau suhu sedang terik-teriknya, bisa nambah lagi. Nah kondisi ketiak yang selalu hangat dan lembab ini menjadi surga bagi para bakteri. Bakteri-bakteri mendapat makanan dari keringat yang kaya akan bahan-bahan organik. Didukung kelembapan dan keasaman yang pas, wah, pesta pora mereka di sana. Nah, sisa-sisa metabolisme bakteri ini lah yang memberi aroma khas dari kedua ketiak. Rambut ketiak berperan dalam menjaga ketiak agar tidak terlalu lembab dan juga menghambat pertumbuhan bakteri, oleh karena itu rambut ketiak berperan juga dalam mencegah bau badan.

Deodoran dan Antipersipitan
Sebenarnya keduanya berbeda, tetapi produk-produk yang beredar di pasaran sudah menggabungkan keduanya. Deodoran bekerja menghilangkan bau badan dengan cara membunuh bakteri. Bahan aktif deodoran biasanya bersifat anti-bakteri seperti triklosan, dan dicampur dengan pewangi yang berfungsi menyamarkan bau badan.
Persipitan bekerja menghambat produksi keringat dan biasanya berbahan senyawa-senyawa alumunium. Antiperspiran mampu mengurangi jumlah produksi keringat 20-25 persen, atau maksimal 40 persen dari produksi normal. Itu dilakukan dengan cara mempersempit pori-pori kulit tempat keluarnya keringat.

Yang menjadi masalah adalah beberapa Ilmuwan berpendapat bahwa wanita yang mencukur rambut ketiaknya kemudian langsung mengenakan deodoran plus antipersipitan akan berpeluang terkena kanker payudara. Hal ini berangkat dari pemikiran bahwa dengan mencukur ketiak menyebabkan luka (yang biasanya sangat kecil dan hampir tidak terlihat) di kulit ketiak, sehingga menciptakan jalan masuk yang lebih cepat bagi zat kimia dalam deodoran tersebut ke dalam daerah ketiak. Pria yang kebanyakan tidak mencukur rambut ketiaknya, sebagian besar deodoran tsb akan tertinggal di bulu ketiaknya sehingga tidak mengenai langsung kulit ketiak.

Bahan kimia yang dituding sebagai biang keroknya adalah Paraben, yaitu suatu zat kimia yang dipakai dalam berbagai kosmetik sebagai pengawet. Sekelompok peneliti membantah pendapat tersebut. Menurut mereka, senyawa kimia ini juga digunakan dalam produk makanan, dan beberapa jenis kosmetik lain seperti moisturizer. Fungsinya sebagai bahan pengawet terbukti sangat efektif dan aman. Lagi pula, kalau toh benar ada kaitan antara paraben dan kanker, mengapa hanya kanker payudara ?

Contoh lain, kanker payudara jarang ditemui di kalangan wanita Jepang yang tinggal di Jepang. Tetapi, wanita Jepang yang tinggal di Amerika dan memiliki pola makan seperti orang Amerika, terkena kanker payudara sama seperti rata-rata wanita Amerika. Padahal, senyawa antiperspiran digunakan secara luas baik di Jepang maupun Amerika. Jadi, kosmetik bukanlah faktor risiko yang signifikan. Makanan yang dikonsumsi lebih berperan besar dalam memicu timbulnya kanker. Ditambah lagi para peneliti dari American Cancer Society telah meneliti beberapa sampel Paraben, yang umum digunakan sebagai zat aktif dalam deodoran, tidak memiliki kaitan langsung maupun tidak dengan kanker payudara.

Anda menjadi semakin bingung? Ada pendapat bahwa bagaimana pun cara alami lebih baik? Ada beberapa cara alternatif yang mungkin bisa dikenalkan kepada orang-orang macam Rini tadi. Antara lain dengan sering-sering membasuh ketiak minimal dua kali sehari dengan air dan sabun. Lalu juga disarankan agar sering-sering mengganti pakaian dalam, terutama jika sedang berkeringat banyak atau kelembapan udara sedang tinggi. Memang tingkat keberhasilannya sangat teramat rendah, yah dari pada tidak? Atau mungkin Rini bisa disarankan untuk melakukan operasi pengangkatan kelenjar keringat di ketiak? Read More......

Senin, 29 Desember 2008

TUBERKULOSIS: Why is That Problem?


Sekitar sepertiga penduduk dunia telah terinfeksi oleh Mycobacterium tuberculosis. Entah berita ini mengejutkan Anda atau tidak yang pasti Indonesia masih bertengger di posisi ketiga dalam kategori kasus TB terbanyak di dunia setelah China dan India dan 10% penderita TB di dunia tinggal di Indonesia. Pada tahun 2004 saja diperkirakan ada 539.000 kasus baru dan 101.000 kematian akibat TB.

Tidak hanya di Indonesia, TB yang tadinya sudah mulai menurun kasusnya, kini meroket kembali. Sejak ahun 1993, WHO mencanangkan TB sebagai kedaruratan dunia (global emergency). Pada tahun 1995 diperkirakan ada 9 juta pasien TB baru dan 3 juta kematian akibat TB di dunia. Bahkan TB merupakan penyebab kematian utama bagi wanita, lebih banyak daripada kematian akibat kehamilan, persalinan dan nifas.

Sialnya, pandemi HIV/AIDS di dunia telah menambah kekusutan permasalahan TB di dunia. Pasalnya, dengan HIV/AIDS, seseorang akan secara signifikan menjadi sangat rentan terkena TB. Pada saat yang sama, kekebalan kuman Berhadap obat TB pun semakin menjadi-jadi. Keadaan tersebut mejadikan epidemi TB sulit ditangani dan membuat kepala para ahli semakin botak karena pusing memikirkan hal ini.

Tuberkulosis
Tuberkulosis adalah infeksi langsung yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis yang sebagian besar menyerang paru, namun juga bisa menyerang organ lain seperti selaput otak, ginjal, kulit, tulang, bahkan alat kelamin. Penyakit yang sudah dikenal sejak zaman Mesir Kuno ini menular melalui percikan dahak (droplet nuclei). Jadi jika seseorang dengan TB batuk atau bersin, maka kumannya akan ikut keluar dapat menulari orang lain yang terkena bersinannya itu.
Umumnya penularan terjadi dalam ruangan dimana percikan dahak dapat bertahan dalam waktu yang lama. Kuman TB tidak tahan degan sinar UV, makanya diluar ruagnan, kuman TB tidak panjang umur. Oleh karena itu ventilasi ruangan yang baik dapat mengurangi penularan TB.Jadi bisalnya seorang pasien TB bersin dalam ruangan, tapi karena ruangan itu berventilasi baik, maka kumannya tidak diam lama-lama di ruangan dan segera terbawa keluar dan terkena sinar matahari dan mat sehingga tidak menulari orang lain.

Resiko Penularan TB
Resiko tertular tergantung dari tingkat pajanan dengan percikan dahak pasien TB. Menurut penelitian, proporsi penduduk yang berisiko terinfeksi TB selama satu tahun di Indonesia adalah sekitar 1-3 %. Artinya dalam 100 orang satu sampai tiga orang aka terinfeksi TB. Mungkin kedengrannya sedikit, tapi bayangkans aja di Jakarta yang satu kelurahan saja ada 40.000an penduduk tinggal dempet-dempetan, yang menderita TB bisa sekitar 1.200 orang. Banyak bukan?

Sebetulnya tidak semua orang yang terpajan kuman TB akan menjadi sakit TB. Hanya sekitar 10% yang terinfeksi TB akan menjadi sakit TB. Artinya dalam 100.000 penduduk, akan ada sekitar 1000 penduduk yang terinfeksi TB dan 10%nya, yaitu 100 orang akan menjadi sakit TB. Faktor yang mempengaruhi adalah daya tahan tubuh, infeksi HIV/AIDS dan malnutrisi (gizi buruk).

HIV/AIDS merupakan faktor resiko yang paling kuat. Infeksi HIV mengakibatkan kerusakan daya tahan tubuh seluler sehingga jika terjadi infeksi penyerta (oportunis), misalnya tuberkulosis, maka yangersangkutan akan sakit arah, malah akan menyebabkan kematian. Bila jumlah kasus HIV/AIDS meningkat, maka jumlah kasus TB akan meningkat pula.

Tanda, Gejala dan Dianosis sakit TB
Secara klasik, tanda dan gejala sakit TB antara lain adalah batuk lama yang lebih dari 2 minggu dan aang bisa dahaknya bercampur darah, batuk darah, sesak nafas, badan lemas, nafsu makan berkurang, berat badan menurun drastis tanpa sebab, sering keringat malam (walaupun tidur sudah memakai AC), demam meriang lebih dari sebulan. Gejala-gejala tersebut tidak spesifik untuk TB, bronkitis, asma, kanker paru juga punya gejala-gejala yang kurang-lebih sama. Gejala-gejala TB pada anak akan dibicarakan pada kesempatan lain karena berbeda dengan TB dewasa.

Untuk diagnosis paru maka akan diperiksa dahak. Dahak diperiksa tiga kali, sewaktu-pagi-sewaktu. Dahak sewaktu maksudnya, pada saat eriksa langsung diperiksa dahaknya, lalu esok paginya sebelum makan ataupun sikat gigi, dahak dkeluarkan dan ditampung dan sekali lagi diperiksa dahaknya. Jika tiga-tiganya positif, atau dua diantaranya positif, maka diagnosis TB sudah tegak. Jika hanya salah satu positif, maka dapat diulang atau atas pertimbangan dokter diperiksa foto ronsen dada. Diperhatikan disini, standar emas diagnosis adalah pemeriksaan dahak, BUKAN FOTO RONSEN. Karena dapat saja, sebetulnya seseorang positif TB tapi ronsennya masih belum menunjukan tanda apa-apa. Tapi atas pertimbangan dokter, foto ronsen dapat dilakukan unuk menunjang diagnosis TB.

Pengobatan TB
Pengobatan TB minimal 6 bulan. Jadi memang butuh komitmen dan disiplin dari sang pasien untuk teratur minum obat. Pengobatan TB dibagi menjadi 2 kategori: Kategori 1 untuk kasus baru dan kategori 2 untuk kasus kambuh, kasus gagal, kasus putus berobat dan lainnya. Kedua kategori terdiri dari 2 fase yaitu fase intensif selama 2 bulan dan fase lanjutan 4 bulan untuk kategori 1 dan 5 bulan untuk kategori 2.

Pada fase intensif kategori 1 obat-obat yang harus ditelan tiap harinya adalah Rifampisin, Isoniazid, Pyrazinamd dan Ethambutol. Pada kategori 2, ditambah suntikan Streptomisin tiap hari. Memang terdengar menyengsarakan, tapi kepatuhan minum obat selain kecukupan gizi dan kesehatan pribadi merupakan kunci keberhasilan pengobatan TB. Tujuan fase intensif adalah mematikan semua kuman-kuman TB dan fase ini sangat penting. Di akhir fase intensif, diperiksa dahak 3 kali lagi (sewaktu-pagi-sewaktu) dan jika negatif maka dilanjutkan ke fase lanjutan.

Selama 4 bulan (kategori 1) atau 5 bulan (kategori 2), pasien menminum Rimfapisin dan Isoniazid tiga hari sekali. Tujuan fase ini adalah membunuh kuman-kuman TB yang dormain, alias belum mati benar, atau “ngumpet” pada saat fase intensif. Di akhir fase intensif, maka dahak diperiksa lagi, jika negatif, maka pasien dinyatakan pengobatan lengkap dan sembuh. Jika positif maka pengobatan menjadi kategori 2 atau dirujuk ke dokter spesialis.

Yang penting lagi adalah, obat-obat TB sangat memberatkan liver. Maka dari itu pemantauan funsi liver sangat disarankan dilakukan selama pengobata B. Selain itu, walaupun jarang Ethambutol dapatmenyebabkan buta warna yang dapat kembali jika pengobatan Ethambutol dihentikan. Masalahnya pada anak-anak, buta warna mungkin menjadi sukar terdeteksi. Oleh karena itu ethambutol tidak terlalu direkomendasikan untuk anak-anak.

TB merupakan masalah kesehatan yang sangat serius. Semua orang, walaupun sebagian besar orang dari ekonomi kelas rendah, bisa terkena TB. Jika suah sampai sakit TB maka pengobatan pun harus dilakukan dengan komitmen dan disiplin. Oleh karena itu, menjaga tubuh agar senantiasa fit merupakan kunci utama dalam mencegah TB. Dan ya tak kalah penting menjaga kebersihan diri dan lingkungan serta menghindari perilaku-perilaku tidak sehat seperti membuang ludah sembarangan, batuk atau bersin tidak menutup mulut juga wajib hukumnya untuk dihindari. Satu lagi menjaga ventilasi ruangan juga sangat signifikan dalam mencegah TB. Nah, setelah tahu tentang TB, Anda sependapat bahwa TB memang lebih baik dicegah daripada diobati, bukan? Read More......

Minggu, 28 Desember 2008

Obesitas: Demi Tuhan Hindarilah! -part 2-


Kelainan yang Ditimbulkan Obesitas

1. Diabetes Melitus
Sebenarnya DM bisa menjadi penyebab ataupun akibat. Sebagai penyebab, obesitas menyebabkan sel beta pankreas penghasil insulin hipertropi yang pada gilirannya akan kelelahan dan “jebol” sehingga insulin menjadi kurang prodeksinya dan terjadilah DM. Sebagai akibat biasanya akibat penggunaan insulin sebagai terapi DM berlebihan menyebabkan penimbunan lemak subkutan yang berlebihan pula.

2. Hipertensi
Framingham bedasarkan penelitiannya mengatakan bahwa pada orang-orang dengan berat badan >20% berat badan normal ditemukan 10 kali lebih sering menderita hipertensi. Hipertensi akibat obesitas lebih nyata pada tekanan sistolik dibanding diastolik dan lebih nyata terlihat pada wanita. Bedasarkan penelitian, penurunan 1 Kg berat badan akan menurunkan 2,5 mmHg tekanan sistolik dan 1,5 mmHg tekanan diastolik

3. Batu empedu, Penjyakit jantung koroner, dislipidemia (peningkatan kadar kolesterol, trigliserid), gangguan haid, kemandulan gangguan sosial dan kejiwaan dan bahkan angka kematian pada orang yang obesitas lebih besar dari pada orang dengan berat badan normal.

Pengobatan
Prinsipnya energi yang masuk harus lebih kecil dibanding yang keluar. Untuk itu dilakukan beberapa strategi:
1. Reedukasi dan pengobatan gizi
2. Psikoterapi (terapi kejiwaan), modifikasi prilaku, terapi kelompok
3. Terapi obat-obatan
4. Lain-lainm: akupunktur, operasi, sedoot lemak (liposuction)

Pada kesempatan ini akan ditekankan pada reedukasi gizi .
Reedukasi gizi. Pasien diberi pengetahuan dan bimbingan mengenai gizi dan perilaku makan yang sehat. Antara lain misalnya dengan mencatat makanan apa saja yang dimakan serta jumlahnya setiap hari serta perasaan-perasaan yang timbul sebelum dan sesudah makan. Kemudian aktivitas makan jangan dibarengi dengan aktivitas-aktivitas lain seperti mengobrol, menonton TV, karena hal ini sangat bahaya lantaran akan membuat kita lupa sudah berapa suapan yang masuk ke dalam mulut kita. Lalu juga dibiasakan mengunyah dengan lambat dan sampai lumat baru ditelan, jadi makan jangan cepat-cepat.

Terapi Gizi. Diet yang dijalankan akan memakan waktu lama sehingga membutuhkan komitmen dan displin pasien. Srlain itu, diet sehari-hari harius tetap bernilai gizi cukup kecuali dalam hal kalori.
Macam-macam diet antara lain: diet tanpa kalori, diet setengah puasa, diet rendah kalori tinggi protein dan diet rendah kalori ketogenik. Selanjutnya hanya akan dibicarakan dua jenis terakhir saja.

Diet Rendah kalori Tinggi Protein. Dikenal juga dengan sebutan “Tiger Diet” atau “Airforce Diet”. Protein tinggi dimaksudkan untuk mencegah ketidak seimbangan nitrogen dalam tubuh. Jika jumlah protein rendah dalam diet, maka protein dalam tubuh akan dipecah untuk memenuhi kebutuhan aktivitas tubuh, hal ini menyebabkan ketidak seimbangan nitrogen dan merugikan tubuh. Selain itu untuk mencerna protein memang dibutuhkan kalori juga yang lebih tinggi dibanding mencerna karbohidrat ataupun lemak, sehingga dengan demikian kalori yang terbakar juga akan lebih tinggi tanpa mengganggu protein tubuh.

Diet rendah kalori ketogenik. Prinsipnya adalah makanan yang masuk harus dapat membakar lemak dalam tubuh. Sehingga dalam diet ini jumlah lemak tinggi, karbohidrat rendah dan protein 1 gram/kg berat badan/hari. Idenya adalah dengan karbohidrat yang rendah maka lemak dalam tubuh akan dimobilisasi dan dipakai tubuh. Kemudian hasil dari pemecahan lemak menjadia sama lemak bebas juga akan memacu bertambahnya jumlah keton bodies dalam darah yang akan merangsang pusat kenyang diotak sehingga menimbulkan rasa kenyang. Namun kejelekan program diet ini adalah dapat menimbulkan hiperkolesterolemia, hipertrigliseridemia dan menaikan kadar asam urat dalam darah.

Kesimpulannya, dalam mengatasi obesitas, sebenarnya Anda bisa menentukan cara yang paling tepat bagi Anda sendiri. Anda juga dapat mengkonsultasikannya dengan dokter Anda selain juga untuk memperkirakan resiko-resiko penyakit akibat obesitas untuk menghindarinya. Pada prinsipnya kalori yang masuk harus lebih kecil dibanding yang keluar. Asupan gizi juga harus diperhatikan karena yang dikurangi adalah kalori, bukan zat-zat gizi lainnya. Tidak perlu berpantang ini-itu, salah-salah Anda malah terkena penyakit gizi lainnya. Jika dirasakan Anda perlu berkonsultasi mengenai gizi ataupun perilaku, terutama terhadap makanan dalam hal ini, jangan ragu untuk menemui dokter Anda. Dokter Anda akan membantu Anda atau merujuk Anda ke dokter spesialis yang berkompeten untuk menangani amsalah Anda. Jadi, sekali lagi, Demi Tuhan, hindarilah obesitas demi kesehatan Anda, OK? Read More......

Obesitas: Demi Tuhan, Hindarilah! -part 1-



Lagi-lagi bukan barang baru namun tetap menjadi salah satu masalah kesehatan utama sebagai dampak gaya hidup modern. Obesitas sering dikacaukan dengan kelebihan berat badan (overweight) padahal keduanya tidak sama. Kelebihan bisa saja disebabkan oleh massa otot atau air sehingga belum tentu ia obesitas. Obesitas adalah suatu keadaan patologis (tidak seharusnya) yang ditandai dengan penimbunan lemak berlebihan di dalam tubuh. Obesitas juga jangan dikacaukan dengan dislipidemia, yaitu keadaan abnormal lemak dalam darah seperti hiperkolesterolemia, yang akan dibahas di kesempatan lain.

Jumlah Lemak
Umumnya jumlah lemak tubuh pada wanita lebih besar dari pada pria. Sejak bayi hal ini sudah nampak. Penambahan lemak tubuh pada pria dan wanita sampai usia 8 tahun kurang lebih sama. Kemudian sejak akhil balik (13 tahun), pertumbuhan lemak pria akan melambat dibanding wanita. Pertumbuhan lemak tubuh pada wanita terutama tampak pada bagian dada, pinggul, bokong dan anggota gerak bagian atas.

Umur (tahun) Pria Wanita
20-------------12%------27%
30-------------18%------29%
40-------------22%------32%
50-------------24%------34%

Pertumbuhan lemak terjadi melalui 2 macam proses: hiperplasi (bertambah jumlah) dan hipertropi (bertambah ukuran). Pada orang dewasa, pertumbuhan jariangan lemak terjadi secara hipertropi. Pada anak-anak terjadi secara hipertropi 50% dan hiperplasi yang dapat sampai menjadi 3 kali lebih banyak pada orang normal. Karena hal inilah menurunkan berat badan pada orang dewasa yang telah menderita obesitas sejak anak-anak menjadi sangat sulit.

Pengukuran Lemak
Secara sederhana, orang biasanya mengukur berat badan sebagai patokan, yaitu melalui 2 cara:

1.Body Mass Index (BMI) yaitu membandingkan berat badan (dalam kilogram) dengan kuardrat dari tinggi badan (dalam meter).
Hasilnya adalah:
Under weight : <17,5
Normal : 17,5-25
Overweight : 25-30
Obesity : >30

2.Indeks BROCA, di Indonesia untuk menentukan berat badan ideal dapat dipakai cara ini, yaitu:
- jika tinggi badan <160 cm untuk pria dan <150 cm untuk wanita; maka:
Berat badan ideal (Kg) = tinggi badan (cm) – 100

- jika tinggi badan >160 cm untuk pria dan >150 cm bagi wanita, maka:
Berat badan ideal (Kg) = {tinggi badan (cm) – 100} – 10%
Seseorang dikatakan obesitas apabila berat badannya melebihi 20% dari berat badan ideal.

Namun pada prakteknya, beberapa ahli kurang sependapat dengan cara pengukuran antropometrik ini. Misalnya saja seorang atlet terlatih, maka ia bisa-bisa terhitung obesitas, padahal bukan lemaknya yang menyebabkan berat badannya yang tinggi, tapi massa ototnya. Oleh karena itu, beberapa ahli menganjurkan cara pengukuran lain, yaitu:

3.Tebal lemak subkutan lipatan kulit dengan menggunakan “Skin Fold Caliper” pada beberapa tempat, antara lain:
- triceps: dik=ukur lipatan kulit yang menggantung bebas anatara bahu dan siku. Dinyatakan obesitas bila tebal lemak subkutan > 20 mm pada pria dan > 30 mm pada wanita.

- biceps, skapula, supra iliaka dan subkostal. Bila melebihi 1 standar deviasi setelah dibandingkan dengan standar yang ada, dapat dinyatakan obesitas
Pengukuran dikeempat bagian tubuh ini lebih dianjurkan ketimbang berat badan karena tidak dipengaruhi tinggi badan, sehingga dapat memberi nilai untuk tiap umur dan jenis kelamin.

Bedasarkan distribusi lemak tubuh, obesitas dibagi menjadi 2 kelompok:
1.Tipe Android
Lemak tertimbun terutama pada bagian atas pusar: perut, dada, punggung muka.Disebut juga bentuk apel. Rasio lingkar perut/linggkar panggul >0,9. Biasanya lebih banyak pada pria dan lebih berhubungan dengan berbagai macam komplikasi penyakit seperti diabetes, jantung koroner, darah tinggi dan lain-lain.

2.Tipe Genoid
Timbunan lemak terutama pada bawah pusar: pinggul, paha, bokong. Disebut juga bentuk pear. Rasio lingkar perut/lingkar panggul <0,8 dan lebih banyak pada wanita serta lebih jarang berhubungan dengan berbagai penyakit komplikasi.

Penyebab
Sudah pasti karena kebanyakan makan dibanding aktivitasnya. Tetapi kadang-kadang ada orang yang makannya sudah sedikit, tetapi tetap obesitas. Ada faktor-faktor lain yang mempengaruhi keseimbangan gizi sehingga mempermudah timbuann lemak.
1.Faktor eksogen:
- makan-minum berlebihan
- aktivitas fisik yang kurang
2.Faktor endogen:
- genetik/herediter (keturunan)
- metabolik
- endokrin (hormonal)
- kejiwaan

Makan berlebihan. Trend yang ada sekarang adalah banyak makanan tinggi lemak dan gula. Banyak orang yang makannya 2 kali sehari lebih gemuk dianding yang makan 3 kali sehari. Hal ini menunjukan bahwa sering makan dalam jumlah sedikit lebih baik daripada jarang makan tapi dalam porsi besar. Pada anak penyebab yang paling sering adalah:
- makanan tambahan diberikan terlalu dini
- pemberian pengganti ASI terlalu berlebihan
- makanan tinggi lemak tinggi gula yang berlebihan.

Suka ngemil merupakan biang kerok obesitas yang terutama baik pada dewasa maupun pada anak-anak.Frekuensi ngemil paling tinggi adalah pada sore-malam hari, yaitu saat santai menonton TV. Pasalnya ngemil tidak menimbulkan rasa kenyang. Tahu0tahu jumlah kalori yang masuk sudah terlampau banyak sebelum akhirnya kita memutuskan untuk berhenti atau cemilan sudah terlanjur habis.

Aktivitas fisik yang kurang. Di zaman serba praktis dan mudah ini, orang cenderung lebih malas bergerak. Apalagi dengan hadirnya remote TV, supir pribadi, lift, eskalator dan kemudahan-kemudahan lainnya menyebabkan pengeluaran energi berkurang sedangkan pemasukannya tetap atau malah berlebih.

Faktor-faktor lainnya antara lain keturunan, kejiwaan. Pada remaja, gangguan emosi merupakan salah satu penyebab terpenting obesitas. Selain itu kondsi hormonal seperti pada penyakit Cushing dimana hormon adrenalin terlampau tinggi, maka akan terjadi obeitas. Juga demikian dengan hipofungsi kelenjar gondok serta diabetes melitus. Dari faktor sosioekonomi, ternyata dari suatu survei di Amerika, pria golongan ekeonomi rendah jarang gemuk, sebaliknya wanita dari golongan ekonomi rendah banak yang gemuk (34%) sedangkan wanita dari golongan ekonomi tinggi jarang yang gemuk (4%). Read More......

Sabtu, 27 Desember 2008

Anemia Defisiensi Besi: Dikenali dan Diatasi


Tina, 24, seorang karyawati di sebuah perusahaan sekuritas sering mengeluh lekas lelah, mata sering berkunang-kunang, kurang bergairah yang kadang terasa mengganggu aktivitasnya. Hal ini kerap dialaminya sejak remaja. Teman-temannya mengatakan bahwa mungkin ia kurang darah. Apalagi ditambah lagi jika ia sedang “dapat” ia berganti pembalut sampai 2-3 kali sehari. Selainitu, Tina memang dikenal makan dengan porsi terkecil diantara teman-temannya dan terlalu pemilih.Ini itu ia tidak doyan, terutama daging-dagingan. Ketika ia memeriksakan diri ke dokter, dokter mengamini “diagnosis” teman-temannya setelah melakukan pemeriksaan darah.

Kejadian seperti yang dialami Tina tadi memang bukan barang baru. Tengok saja prevalensi anemia di Indonesia di tahun 1980-an:
1.Ibu Hamil 50-70%
2.Wanita dewasa 30-40%
3.Pekerja penghasilan rendah 30-40%
4.Balita 30-40%
5.Anak sekolah 25-35%
6.Laki-laki dewasa 20-30%

Pastinya angka ini belum banyak berubah, antara lain disebabkan karena penanggulanan anemia gizi belum memadai di Indonesia karena belum tersentuh oleh program gizi dan kesehatan secara efektif pada tingkat nasional. Padahal, dampak anemia gizi ini tidak kecil bagi kesehatan dan bagi produktivitas.

Anemia Kekurangan Zat Besi
Anemia adalah suatu keadaan di mana kadar hemoglobin (zat dalam darah yang mengikat oksigen) dan/atau jumlah sel darah dibawah nilai normal. Gejala-gejala yang umum anatara lain cepat lelah, jantung suka berdebar-debar, mata suka berkunang-kunang, kurang bergairah, sering pingsan, gangguan tidur, penurunan libido (gairah seksual), susah konsentrasi dan lain-lain.

Sebenarnya anemia bukanlah suatu diagnosis karena anemia sendiri ada banyak macamnya, antara lain bedasarkan penyebab: anemia gizi (kekurangan besi, asam folat), anemia hemolitik, anemia aplastik , anemia pada penyakit kronis, dan lain-lain. Selanjutnya yang kita bicarakan khusus anemia karena kekurangan zat besi saja karena memang anemia jenis ini yang paling banyak kasusnya.
Tanda-tanda

Selain gejala-gejala tadi, tanda-tanda anemia yang umum adalah pucatnya konjungtiva (kelopak mata dalam), kelainan kuku yang disebut koilonychia dan atrofi papil lidah. Selain itu, untuk memastikan anemia kekurangan zat gizi, dokter biasanya akan menyarankan beberapa pemeriksaan darah dan kriteria anemia kekuarangan zat besi adalah sebagai berikut:

1.Kadar Hemoglobin
Kelompok Hemoglobin (gram/dL)
Anak 6 bulan-5tahun <11
Anak 6-14 tahun <12
Laki-laki dewasa <13
Wanita dewasa (tidak hamil) <12
Wanita hamil <11


2.Konsentrasi hemoglobin rata-rata kurang dari 31% (normal 32-35%)

3.Besi serum kurang dari 50 mcg/100ml (normal 80-180 mcg/100ml)

4.Transferin jenuh (protein pengikat besi dalam darah) kurang dar 15% (normal 20-50%)

Penyebab
Penyebab utama tentulah kurangnya asupan besi dalam diet sehari-hari. Kebutuhan besi dalam makanan sekitar 20 mg sehari dan hanya sekitar 2 mg yang terserap. Selain itu dapat juga disebabkan oleh infeksi cacing tambang (ankilostomiasis). Di Indonesia prevalensi penyakit cacing tambang lebih dari 80%.

Selain itu penyebab lainnya antara lain:
- Absorbsi yang menurun
- Kebutuhan yang meningkat pada kehamilan, laktasi,
- Perdarahan saluran cernah, menstruasi
- Hemoglobinuria
- Penyimpanan besi yang berkurang seperti pada hemosiderosis paru

Makanan Kaya Zat Besi
Ada dua jenis zat besi yang terdapat pada makanan: zat besi yang berasal dari heme dan nonheme. Zat besi yang berasal dari heme merupakan penyusun hemoglobin dan mioglobin yang kaya dalam makanan-makanan hewani seperti dalam daging, hati, serta hasil olahan darah. Jenis kedua adalah besi nonheme yang terdapat pada makanan-manakan nabati, yaitu sayuran-sayuran yang bewarna hijau gelap. Besi heme diserap sekitar 20-30%, sedangkan besi nonheme penyerapannya kurang dari 10%.

RDA (recommended dietary allowance) untuk besi adalah:
- Pria dewasa 9 mg
- Wanita dewasa 28 mg
- Wanita hamil + 2 mg
- Wanita menyusui + 4 mg
- Remaja 15-24 mg
- Anak-anak 10 mg
- Bayi 6-12 bulan 10 mg

Ada 3 cara untuk meningkatkan kualitas makanan untuk memenuhi kebutuhan zat besi sehari-hari:
1.Diperbanyak konsumsi besi heme dengan menghidangkan lebih banyak daging, hati, ikan dan makanan hewani lainnya.
2.Diperbanyak konsumsi buah-buahan dan sayur-sayuran yang kaya akan vitamin Ckarena vitamin C terbukti meningkatkan penyerapan zat besi di usus halus.
3.Dikurangi konsumsi bahan makanan yang menghambat penyerapan besi seperti the, kopi dan beberapa jenis sereal.

Pengobatan Tablet Besi
Yang dimaksud tentu bukannya besi sepertiyang digunakan untuk pagar, tapi suatu tablet/preparat yang mengandung zat besi. Terdapat banyak preparat besi. Yang lumayan efektif dan banyak digunakan adalah yang mengandung ferro sulfat. Yang perlu diperhatikan adalah mencegah over dosis permulaan karena gejala-gejala yang ditumbulkan sangat tidak mengenakan seperti konstipasi, perut melilit, konsistensi kotoran menjadi keras dan hitam. Mula-mula diberikan dosis kecil dan kemudian dapat ditingkatkan. Jika diberikan pada keadaan lambung penuh terisi makanan, maka obat ini akan kurang meniumbulkan gangguan saluran cerna, tetapi abosrbsi akan menjadi lebih sedikit.

Efek pengobatan dapat dilihat dalam 2-3 hari. Bila respons baik, anemia dapat diatasi dalam 8-10 minggu dan pengobatan dapat direuskan 3-6 bulan dengan dosis rendah untuk mencukupi cadangan besi.

Sebenarnya ada golongan-golongan lain yang efek gangguan pencernaannya lebih kurang seperti Fero Fumrat, Fero Glukonat, tetapi harganya lebih mahal.

Nah, tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati bukan? Anemi kekurangan besi secara prinsop dapat diatasi dengan dengan perubahan makan. Oleh karena kekurangan besi pada dasarnya disebabkan oelh kurangnya asupan zat besi dari makanan dan rendahnya bioavaibilitas zat besi yang dikonsumsi, maka peningkatan kualitas menu makanan adalah salah satu cara utama dalam mengatasi anemia kekurangan zat besi.
Jika sudah seperti Tina tadi, mau tidak mau ia harus mengobati anemianya dengan meminum tablet besi atau dikenal juga tablet penambah darah. Padahal sebenarnya asalkan ia dapat mengenalinya lebih dini dan menjaga kualitas makannya sehari-hari, ia dapat menjalankan aktivitasnya tanpa terhalang dan produktivitasnya pun meningkat. Read More......

Kamis, 25 Desember 2008

DEMAM BERDARAH DENGUE! WASPADALAH!


Jika kita perhatikan kalender, jika sudah ada bunyi “-ber” berarti sebentar lagi musim hujan datang yang berarti pula demam berdarah datang. Jika kita lengah bisa sekali kita pun terkena. Penyakit langganan Indonesia ini memang identik dengan musim hujan, tapi bukan berarti di luar itu penyakit ini tidak ada, tetap ada, tapi tidak begitu “in”, baru jika hujan mulai rajin mengguyur, jumlah kasus DBD pun meroket tidak hanya di kota, tetapi juga di desa atau dimanapun juga.

Apa sih DBD itu? Yah pokoknya demam, terus pakek berdarah kayak bintik-bintik merah dikulit. Mungkin itu jawaban sebagian besar dari kita. Memang benar sih, lantaran ciri-ciri demam berarah sebenarnya hampir tidak dapat dibedakan dengan demam-demam oleh penyebab lainnya, terutama pada fase awal.

Tengok saja si Anto yang terbaring lemah di RS karena demam selama 3 hari. Ibunya agak bingung dokter mendiagnosis DBD, padahal gak ada bintik-bintik merah di kulit ataupun mimisan. “Tapi trombositnya turun bu sampai 70.000,” Jelas doker yang merawat Anto.
Tanda-tanda klasik DBD memang antara lain: demam 2-7 hari, bintik-bintik merah di kulit yang disebut petekhie, mimisan, nyeri ulu hati, pusing, gusi berdarah, dll. Tapi di negara endemis seperti Indonesia ini, tanda-tanda tersebut bisa jadi sangat bervariasi. Oleh karena itu yang menjadi patokan, walau tidak terlalu tepat, adalah penurunan trombosit kurang dari 100.000 sel/mm3, dan peningkatan kekentalan darah (hemokonsentrasi) sampai lebih dari 20% dari nilai semua. Jadi, harap diperhatikan disini, bukan hanya masalah trombosit disini tapi kekentalan darah juga (hematokrit).

Jadi apa DBD itu? DBD adalah salah satu bentuk dar infeksi yang disebabkan oleh virus Dengue. Jika pertama kali terinfeksi oleh virus yang memiliki 4 serotipe ini, seseorang akan demam biasa dan memang tidak bisa dibedakan dengan demam-demam akibat infeksi lainnya, dan akan sembuh sendiri. Jika kemudian ia terinfeksi lagi oleh virus dengue serotipe lain, maka akan tmbul reaksi antigen-antibodi yang kemudian akan menyebabkan maifestasi-manifestasi akibat kebocoran plasma. Yang nyata dari hal ini adalah jumlah trombosit yang turun drastis dan peningkatan kekentalan darah tadi.

Yang menjadi perhatian disini adalah mencegah hal tadi berlanjut menjadi renjatan. Jika sampai terjadi renjatan, wah, runyam masalahnya. Syukur-syukur tertolong karena hal ini memang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kematian.
Penanganannya sendiri hanya bersifat konservatif. Yaitu yang penting adalah penggantian jumlah plasma yang bocor tadi yaiu dengan memasukan banyak cairan. Karena itulah dianjurkan pasien-pasien demam untuk banyak minum. Dan jika tanda-tanda DBD sudah semakin nyata, maka dianjurkan untuk dirawat di RS supaya jika tanda-tanda renjatan mulai tampak, pasien akan segera mendapat pertolongan.

Pencegahan
Memang mumet untuk memahami perjalanan penyakit yang sudah menetap di negri kita ini. Yang penting bagaimanapoun adalah pencegahan. Kita harus memahami dan melakukan pencegahan DBD.

Kita semua sudah mendengar gerakan 3M bukan? Nah gerakan ini walaupun sangat sederhana tetapi sangat efektif memberantas penyakit yang diperantai oleh nyamuk Aede Aegyti dan Aedes Albopictus ini .Gerakan 3M ini langsung memutus rantai hidup nyamuk yang hidup dan berkembangbiak di air bersih ini sehingga mencegah virus dengue menginfeksi kita.
- Menguras Bak Mandi WC, drum penampungan air
Cukup dilakukan sekali seminggu karena siklus hidup nyamuk dari telur, jentik, pupa dan nyamuk dewasa membutuhkan waktu seminggu. Lebih dari sekali seminggu juga tidak apa-apa, sih. Lebih baik malahan. Perhatikan pula wadah tempat penampungan air AC, dispenser, tempat saluran air hujan karena tempat-tempat ini sering juga dijadikan tempat nongkrong nyamuk-nyamuk tersebut.
- Menutup rapat-rapat tempat penampungan air
Gentong, tempayan, pokoknya tempat kita menyimpan air-air bersih harus senantiasa tertutup untuk mencegah agar tempat-tempat tersebut tidak menjadi sarang cinta nyamuk-nyamuk penyebab DBD.
- Mengubur
Jika dirumah kita atau di perkarangan kita terdapat ember bekas, ban bekas, pot tanaman yang sudah tak terpakai, maka sebaiknya dikubur saja, kalau dibuang masih bisa menampung air hujan dan kemudian menjadi tempat pesta para nyamuk.
Tindakan-tindakan lain antara lain:
- memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar/rusak
- Mengganti air vas bunga dan minuman burung seminggu sekali
- menutup lubang-lubang pada potongan bambu/kayu pohon (misalnya dengan tanah, dll)
- menaburkan bubuk pembunuh jentik (seperti abate) di tempat-tempat yang sulit dikuras seperti bak penampungan air
- memelihara ikan pemakan jentik nyamuk
- memasang kawat nyamuk
- tidak menggantung pakaian dalam kamar
- mengunakan kelambu
- memakai losion anti yamuk saat beraktivitas di laur ruangan.

Hal-hal tersebut harus diperhatikan tidak hanya di rumah kita saja, tapi juga di tempat kerja, lingkungan dan dimana saja karena nyamuk-nyamuk penyebar DBD bisa berada dimana saja. Lagi pula tindakan-tindakan tadi sudah sangat efektif mencegah DBD daripada pengasapan/fogging yang notabene tidak nyaman dan juga berefek samping merugikan bagi kesehatan pula. Nah, Anda tidak malas bukan untuk melakukan gerakan 3M untuk mencegah DBD? Read More......

Selasa, 23 Desember 2008

Antara Susu dan Otot


Keringat membasahi tubuh atletis milik Alvin. Peluhnya mengalir dari sekujur tubuhnya. Ia pun segera mengeringkan badan dengan handuknya. Hari itu pria yang memiliki penggemar kaum hawa sebatalyon itu telah menghabiskan dua jam latihan beban di Gym. Sambil memamerkan dadanya yang bidang dan perut six pact-nya, Sang Arjuna mengambil shaker yang sudah berisi susu, lalu mencampurnya dengan air panas sedikit dan mengocoknya. Kemudian ia menambahkan air biasa, ia tidak terlalu suka air dingin, kembali mengocoknya dan meminum susunya dalam beberapa tegak.

Pemandangan seperti itu biasa kita lihat di pusat-pusat kebugaran. Banyak orang yang terobsebsi dengan badan ‘seksi’, baik pria maupun wanita. Ada yang ingin sekali mendapatkan bentuk badan yang aduhai, atau ada juga yang teruama ingin menjaga agar badan tetap sehat dengan bentuk tubuh impian sebagai bonus. Yang terakhir ini Anda juga sependapat bukan?

Tidak perlu dijelaskan bahwa untuk pembentukan otot atau tubuh, tidak hanya dibutuhkan olah raga teratur, istirahat yang cukup dan nutrisi seimbang. Siapapun juga tahu, bahwa nutrisi utama untuk pembentukan otot adalah protein. Tanpa perlu dibeberkan lagi Anda pun pasti sudah tahu sejak duduk di bangku SD bahwa sumber protein terutama adalah daging, ikan, telur, keju dan susu. Yang terakhir ini, tampaknya sudah menjadi ‘trade mark’ dan menu wajib bagi mereka yang rajin pergi ke gym demi postur tubuh bak bintang Hollywood.

Protein adalah senyawa organik kompleks yang tersusun atas rantai-rantai asam amino. Bersama karbohidrat, lemak, vitamin dan mineral, protein merupakan zat gizi yang takarannya harus pas di atas meja makan kita.

Kualitas protein ditentukan oleh kadar asam aminonya. Asam amino digolongkan menjadi yang esensial (bisa diproduksi tubuh), seperti leucine, isoleucine, phenylalanine, dll, dan nonesensial (tidak bisa diproduksi tubuh sehingga harus tersedia dalam makanan sehari-hari), seperti alanine, tyrosine, proline, dll. Semakin lengkap kandungan asam aminonya, semakin berkualitas makanan tersebut. Patut menjadi perhatian kita bahwa tidak ada satupun bahan makanan di dunia ini dengan kandungan asam amino (bernilai biologis) lengkap.

Bedasarkan sumbernya, protein dibagi menjadi dua golongan, protein nabati dan hewani. Kabar yang kurang menyenangkan bagi kaum vegetarian adalah bahwa protein nabati memiliki nilai biologis yang lebih rendah ketimbang protein hewani. Tetapi demikian, keduanya harus saling melengkapi. Boleh dibilang bahwa sumber protein digolongkan menjadi kelas satu dan kelas dua. Sereal, kacang-kacangan (termasuk kedelai)masuk kelas dua. Sedangkan daging, telur dan susu masuk golongan elit kelas satu bedasarkan nilai biologisnya. Untunglah, berkat kemajuan teknologi, kaum vegetarian tidak harus pusing dengan hal ini. Sekarang ditawarkan asam-asam amino, baik esensial maupun nonesensial dalam bentuk suplemen-suplemen.

Banyak orang menyangka susu adalah susu meupakan sumber protein terbaik. Pendapat tersebut tidaklah salah, namun ternyata, telur memiliki nilai biologis yang lebih tinggi daripada susu. Tetapi, perlu diingat bahwa telur juga memiliki kadar kolesterol yang cukup tinggi juga. Sehingga, seperti yang disarankan tadi, menu variatif merupakan pilihan terbaik untuk memenuhi kecukupan protein ataupun zat-zat gizi lainnya.


Asam-asam amino yang terdapat dalam protein merupakan bahan baku untuk pembentukan sel-sel tubuh, disamping peran-peran lainnya seperti menjaga keasaman darah, sebagai enzim, dan sebagainya. Semua sel, tak terkecuali sel otot, terdiri dari protein. Ketika otot berkontraksi, sebenarnya terjadi reaksi biokimia aktin dan miotin yang merupakan salah satu bentuk protein. Rangka sel juga mengandung protein.
Selain itu, enzim yang berperan dalam setiap metabolisme, termasuk pembentukan energi, juga terdiri atas protein. Berangkat dari hal-hal ini, maka dapat disimpulkan betapa protein sangat penting, tidak hanya bagi otot, tapi bagi tubuh kita.

Terlebih ketika sedang mengangkat beban berat dalam latihan di gym, otot kita mengalami ‘kerusakan’. Sehingga, untuk meperbaikinya dibutuhkan protein sebagai bahan baku utama dan kemudian sel ‘baru’ itu akan menjadi lebih kuat dan besar. Itulah mengapa, bagi mereka yang sedang membentuk otot-otot mereka, kecukupan jumlah dan jenis protein sudah menjadi kewajiban.

Sebuah penelitian di Amerika Serikat mendukung hal ini. Dikabarkan bahwa hasil pengamatan dari mereka yang meminum susu setelah latihan fisik, didapatkan kadar asam amino dalam darah mereka jauh lebih tinggi dibanding yang tidak Kemudian dalam sepuluh minggu, hasil dari mereka yang meminum susu setelah latihan fisik lebih memuaskan dibanding yang tidak.

Dewasa ini, banyak ditawarkan produk-produk susu yang mengandung jumlah protein dan kadar creatine yang cukup tinggi dibandingkan susu biasa. Produk susu yang laris manis oleh kaum pria ini menjanjikan bahwa susu tersebut dapat membantu pembentukan otot yang lebih cepat.

Menurut hasil penelitian sejumlah ahli, creatine, yang terdapat berlimpah pada macam susu tersebut, memang terbukti dapat meningkatkan energy output sehingga dapat mendukung anda berlatih dengan lebih tekun! Hasilnya? Perangsangan yang lebih tinggi untuk pembesaran otot! Tetapi, creatine tidak sesuai jika Anda bermaksud untuk menurunkan berat badan karena creatine malah akan memambahkan berat badan anda (otot) dan juga akan menyebabkan retensi air berlebihan, yang menjadi salah satu penyebab perut buncit. Secara alamiah, creatine bisa diperoleh dari daging, ikan dan lain-lain.

Namun ingatlah bahwa, semakin banyak asupan protein, maka kerja ginjal akan semakin berat. Jika ginjal Anda tidak bermasalah, maka makanan dan susu tingi protein bukan masalah, namun bagi mereka yang memiliki masalah dengan ginjal mereka, angka protein yang tinggi malah menjadi momok.

Anda berminat untuk menjadi pujaan hati para wanita seperti Alvin tadi? Atau Anda ingin memiliki tubuh bak bintang Hollywood? Selain olah raga teratur dan istirahat cukup. Menu berprotein, terutama susu tidak boleh pernah absen dari daftar menu Anda, terutama selepas Anda menikmati latihan Anda di Gym. Read More......